Dukungan tersebut menjadi salah satu bagian yang menyertai kehadiran e SKY di pasar Jepang. Suzuki sendiri tidak hanya menyiapkan mobil tersebut sebagai model elektrifikasi, tetapi memasukkannya ke dalam strategi untuk memperluas penggunaan kendaraan listrik melalui segmen yang sudah dekat dengan kebutuhan masyarakat Jepang.
Suzuki menargetkan penjualan e SKY mencapai sekitar 1.000 unit setiap bulan di Jepang.
Target tersebut menunjukkan besarnya peran e SKY dalam strategi elektrifikasi Suzuki. Mobil tersebut tidak ditempatkan sekadar sebagai proyek kendaraan listrik, tetapi menjadi bagian dari upaya memperluas penggunaan kendaraan listrik melalui mobil berukuran kecil yang dirancang untuk kebutuhan sehari-hari.
Dengan baterai LFP berkapasitas 26 kWh, motor listrik bertenaga maksimum 47 kW atau sekitar 64 PS, torsi 133 Nm, konsumsi energi 97 Wh/km, serta kemampuan menempuh hingga 310 kilometer berdasarkan pengujian WLTC, e SKY membawa pendekatan yang menitikberatkan pada efisiensi dan kepraktisan.
Suzuki juga mempertahankan karakter kei car melalui dimensi panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.625 mm, dan jarak sumbu roda 2.460 mm. Radius putarnya yang mencapai 4,4 meter turut mendukung karakter kendaraan untuk penggunaan di area perkotaan dan permukiman yang memiliki jalan relatif sempit.
Di Jepang, e SKY akan mulai dijual pada 16 November 2026 dengan tiga pilihan, yakni A, G, dan X. Harganya masing-masing ditetapkan 2,12 juta yen, 2,39 juta yen, dan 2,79 juta yen. (*)