Pemberdayaan Perempuan di Seberang Padang: Olah Temulawak Jadi Sabun

Photo Author
Redaksi, HaiPadang.com
- Rabu, 7 Oktober 2026 | 16:41 WIB
Kelompok perempuan di Seberang Padang, Kota Padang, diajak mengolah temulawak menjadi sabun cair. (Foto: Istimewa)
Kelompok perempuan di Seberang Padang, Kota Padang, diajak mengolah temulawak menjadi sabun cair. (Foto: Istimewa)

Dalam praktik tersebut, peserta terlibat sejak tahap pencampuran bahan. Mereka juga mengikuti proses pengaturan tingkat kekentalan dan melakukan pengukuran pH. Tahapan tersebut menjadi bagian penting dari praktik agar peserta tidak hanya mengetahui hasil akhir, tetapi memahami proses yang harus dilakukan dalam menghasilkan produk sabun cair.

Setelah sabun selesai dibuat, produk dimasukkan ke dalam botol dan diberikan label. Dari seluruh rangkaian praktik tersebut, sekitar 4 liter sabun cair berbahan temulawak berhasil dihasilkan.

Sabun yang telah selesai dibuat kemudian dibawa pulang oleh peserta untuk dimanfaatkan. Hasil praktik tersebut memberikan pengalaman langsung kepada kelompok perempuan mengenai proses mengolah tanaman herbal menjadi produk yang dapat digunakan dalam keseharian.

Kegiatan itu sekaligus memperlihatkan bahwa pemanfaatan tanaman lokal dapat dilakukan melalui pendekatan sederhana berbasis praktik. Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai tanaman herbal, tetapi juga memperoleh keterampilan dalam mengikuti tahapan pengolahan bahan hingga menjadi produk.

Tak Berhenti pada Pembuatan Sabun

Pemanfaatan temulawak dalam kegiatan tersebut tidak berakhir setelah peserta menyelesaikan pembuatan sabun. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan budidaya temulawak melalui penanaman bibit di lingkungan tempat tinggal warga.

Narasumber kegiatan, Prof. Netty Suharti mengatakan, peserta juga diajak menanam bibit temulawak di pekarangan rumah warga yang tergabung dalam kelompok dasawisma.

“Kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan pembuatan sabun. Peserta juga mendapatkan 30 bibit temulawak untuk ditanam di taman TOGA masyarakat,” ujar Prof. Netty.

Sebanyak 30 bibit temulawak tersebut menjadi bagian dari upaya membangun rangkaian pemanfaatan bahan lokal yang tidak hanya berorientasi pada produk akhir. Tanaman yang dibudidayakan di lingkungan warga diharapkan dapat menjadi bahan yang nantinya dimanfaatkan dan diolah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan cara tersebut, masyarakat diperkenalkan pada proses yang lebih utuh, mulai dari keberadaan tanaman, budidaya bahan baku, hingga pemanfaatannya. Temulawak tidak hanya dipandang sebagai tanaman yang sudah tersedia, tetapi juga sebagai tanaman yang dapat ditanam kembali dan dikembangkan di lingkungan masyarakat.

Konsep tersebut juga membuat kegiatan tidak berhenti pada pelatihan satu kali. Budidaya temulawak menjadi bagian dari rangkaian pemberdayaan yang menghubungkan pengetahuan mengenai tanaman herbal dengan keterampilan pengolahan dan pemanfaatan produk.

Evaluasi yang dilakukan setelah kegiatan menunjukkan adanya perubahan pengetahuan peserta. Nilai rata-rata pengetahuan peserta yang pada saat pre-test berada di angka 70 persen meningkat menjadi 100 persen pada post-test.

Perubahan juga terlihat pada aspek sikap dan perilaku. Nilai rata-rata sikap dan perilaku peserta mengalami peningkatan dari 79,65 persen menjadi 91,25 persen.

Hasil tersebut menjadi bagian dari evaluasi kegiatan pemberdayaan kelompok perempuan di Seberang Padang. Materi mengenai tanaman herbal, keamanan penggunaan bahan, serta proses pengolahan menjadi bagian dari pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta selama kegiatan.

Membentuk Dasawisma Temulawak

Rangkaian kegiatan tersebut kemudian diarahkan pada pembentukan Dasawisma Temulawak. Kelompok tersebut diharapkan dapat berperan sebagai penggerak edukasi kesehatan keluarga sekaligus mendorong pemanfaatan tanaman herbal lokal di lingkungan masyarakat.

Melalui kegiatan itu, satu kelompok dasawisma terbentuk dan didorong untuk memiliki taman TOGA di pekarangan rumah. Temulawak ditempatkan sebagai tanaman unggulan yang dikelola secara bersama-sama oleh warga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Indra Kurniawan

Tags

Rekomendasi

Terkini

X