Dian juga mengingatkan pentingnya memahami peran tanah dalam sistem hidrologi. Tanah tidak hanya berfungsi sebagai media tumbuh tanaman, tetapi turut memengaruhi kemampuan lingkungan dalam menerima air hujan, menyimpan air, menghasilkan limpasan, dan mengalami erosi.
“Banjir Padang mengingatkan bahwa tanah bukan sekadar media tumbuh tanaman, melainkan bagian penting sistem hidrologi yang mengatur infiltrasi, penyimpanan air, limpasan, dan erosi,” sebutnya.
Menurut Dian, kondisi bentang alam Kota Padang yang dibentuk oleh pegunungan dan jaringan sungai tidak dapat diubah begitu saja. Namun, risiko banjir masih dapat dikurangi melalui pengelolaan DAS, penataan ruang, penguatan sistem peringatan dini, dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.
“Banjir mungkin tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, tetapi kerusakan dan korban akibat banjir bukan sesuatu yang harus terus berulang tanpa upaya pencegahan,” tutup Dian. (*)
Artikel Terkait
Pasar Murah di Nanggalo Padang Diserbu Warga, Harga Cabai Mulai Rp55 Ribu
KM Feronia Tenggelam di Perairan Komodo, 1 Penumpang Perempuan Masih Dicari
Pensiunan Kemenag di Sijunjung Ditangkap Usai Salat Isya, Diduga Cabuli 2 Anak Kandung
Ombak Selancar Kelas Dunia hingga Tradisi Mentawai Diperkenalkan di Bandara Minangkabau
Kabut Asap Pekat, Padang Panjang Perpanjang PJJ hingga 16 Oktober