Haipadang.com – Pertanyaan mengenai keamanan motor listrik ketika digunakan saat hujan masih menjadi salah satu hal yang kerap muncul di kalangan calon maupun pengguna kendaraan listrik. Kekhawatiran itu cukup beralasan mengingat motor listrik mengandalkan baterai, controller, serta sejumlah komponen elektronik untuk menghasilkan tenaga.
Namun, kondisi tersebut bukan berarti motor listrik tidak boleh terkena air. Motor listrik yang memang dirancang untuk digunakan di jalan raya pada umumnya telah memiliki perlindungan terhadap air sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan pada masing-masing kendaraan.
Artinya, hujan tidak otomatis membuat motor listrik menjadi kendaraan yang tidak boleh digunakan. Meski begitu, pengendara tetap perlu memahami kemampuan dan batas perlindungan kendaraannya, terutama ketika kondisi hujan mulai disertai genangan.
Kementerian ESDM bahkan pernah melakukan pengujian endurance terhadap motor hasil konversi kendaraan listrik. Pengujian tersebut dilakukan sejauh 10.000 kilometer dalam waktu 48 hari.
Dalam pengujian itu, kendaraan menghadapi berbagai kondisi perjalanan, mulai dari jalan menanjak, turunan, hingga kemacetan. Penggunaan kendaraan dalam kondisi hujan dan panas juga termasuk dalam rangkaian pengujian tersebut.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa kondisi hujan bukan satu-satunya faktor yang membuat motor listrik tidak dapat digunakan. Namun, hasil pengujian tersebut juga tidak dapat dimaknai bahwa semua motor listrik bebas digunakan dalam kondisi air apa pun.
Ada sejumlah hal yang tetap perlu diperhatikan pengendara sebelum membawa motor listrik ketika hujan maupun setelah kendaraan terkena air.
Motor Listrik pada Dasarnya Bisa Digunakan Saat Hujan
Secara umum, motor listrik dapat digunakan saat hujan selama kendaraan tersebut mempunyai perlindungan terhadap air sesuai spesifikasi produsennya.
Salah satu indikator yang dapat menjadi perhatian pengguna adalah IP Rating atau Ingress Protection. Angka tersebut memberikan gambaran mengenai tingkat perlindungan suatu komponen terhadap benda padat dan air.
IP Rating menjadi salah satu informasi yang dapat digunakan untuk memahami kemampuan perlindungan komponen tertentu pada motor listrik. Namun, pengguna juga perlu melihat konteks penerapannya karena angka tersebut berkaitan dengan komponen dan kondisi pengujian tertentu.
Sebagai contoh, beberapa motor listrik menggunakan baterai dengan rating IP67. ALVA menjelaskan bahwa baterai pada seluruh lini produknya memiliki sertifikasi IP67.
Sementara itu, Polytron juga pernah menyebut baterai Fox-R memiliki sertifikasi IPX67 setelah melewati pengujian berkaitan dengan ketahanan terhadap air dan debu.
Meski terdapat komponen dengan sertifikasi tersebut, pengguna tetap tidak boleh mengartikan IP Rating sebagai izin untuk menggunakan motor listrik tanpa batas ketika berhadapan dengan air.
Sertifikasi tersebut berlaku pada komponen dan kondisi pengujian tertentu. Dengan demikian, motor yang memiliki perlindungan terhadap air tetap tidak serta-merta berarti seluruh bagian kendaraan boleh direndam atau digunakan untuk menerobos banjir tanpa memperhatikan kondisi serta batas penggunaannya.
Artikel Terkait
Jangan Asal Cas, Ini 7 Cara Merawat Motor Listrik agar Tetap Awet